Reaksi Wajar Pada Wajah Usai Tarik Benang - Teta Clinic - Klinik Aesthetic di Jakarta
642
post-template-default,single,single-post,postid-642,single-format-standard,bridge-core-1.0.5,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-18.1,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.2,vc_responsive
 

Reaksi Wajar Pada Wajah Usai Tarik Benang

TARIK BENANG

Reaksi Wajar Pada Wajah Usai Tarik Benang

Salah satu perawatan kecantikan anti aging yang tengah diminati belakangan ini adalah metode tarik benang khususnya tarik benang Double Fix di Teta Clinic Jakarta. Inovasi ini dinilai lebih aman sebab tidak menggunakan jalan operasi.

Meski prosedur tarik benang ini tergolong tindakan yang minim invasif, resiko mengalami komplikasi tetap ada. Seusai menjalani tindakan tarik benang, biasanya pasien akan merasa lebam dan bengkak, serta sulit membuka mulut. Namun biasanya kondisi ini akan memudar dalam kurun waktu yang tidak lama serta tak lama dari waktu tindakan sudah bisa kembali beraktivitas. Bisa jadi reaksi yang tidak bisa kita pikirkan. Bisa hitam, kulit terbakar, bisa jadi mati rasa, infeksi tidak hilang-hilang. Karena pemakaian obat yang mungkin bahannya bukan untuk medis. Jadi tetap berhati-hatilah, jangan salah pilih untuk melakukan metode tarik benang ini.

TARIK BENANG

Dengan metode tarik benang tidak akan bisa bertahan selamanya, benang lama-lama bisa habis karena mengalami proses penuaan. Dalam jangka panjang, hingga 10 tahun kedepan tarik benang ini juga akan beresiko terhadap kesehatan kulit. Beberapa gangguan akan terjadi seperti infeksi, nyeri di area ujung benang, akumulasi darah (hematoma), benang putus dan bergeser hingga terjadi benjolan pada kulit (granuloma). Salah satu efek samping yang cukup sering terjadi pada umumnya setelah prosedur tarik benang adalah kebiruan dan bengkak. Sebenarnya, benda asing apapun yang masuk ke dalam tubuh pasti akan memicu reaksi peradangan. Sebagian orang mengalami reaksi ringan, sebagian lagi berat. Reaksi peradangan ringan umumnya ditandai dengan kemerahan. Sedangkan reaksi peradangan yang cukup berat umumnya terlihat dari adanya kebiruan, bengkak, hingga nyeri hebat. Selain peradangan akibat benang yang digunakan, kebiruan pada area wajah juga dapat terjadi akibat cedera pembuluh darah ketika prosedur dilakukan.

Akan tetapi dengan tarik benang Double Fix Pyramid ini dari segi ketahanan waktu lebih bertahan lama di bandingkan dengan tanam benang, karena benang ini lebih kuat. Sejauh ini, tindakan tarik benang Double Fix Pyramid di Teta Clinic bisa dibilang aman, tidak ada efek samping yang berlebih, hanya reaksi wajar saja setelah prosedur. Jadi, hasil dari prosedur tarik benang ini tergantung pada jenis benang yang digunakan, dokter yang profesional dan pasien itu sendiri yang menghindari pantangan-pantangan sebelum dan sesudah tindakan tarik benang.

Maka dari itu, disarankan untuk Anda agar tidak mudah tergiur oleh ajakan orang lain untuk melakukan tarik benang, apalagi yang belum tentu menjamin kualitasnya. Sebab belum tentu setiap orang memiliki kecocokan benang yang sama. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kami sebelum melakukan tindakan tarik benang ini.

No Comments

Post A Comment