Perbedaan Tarik Benang dan Tanam Benang - Teta Clinic - Klinik Aesthetic di Jakarta
638
post-template-default,single,single-post,postid-638,single-format-standard,bridge-core-1.0.5,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-18.1,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.2,vc_responsive
 

Perbedaan Tarik Benang dan Tanam Benang

TARIK BENANG

Perbedaan Tarik Benang dan Tanam Benang

Dewasa ini, marak sekali dengan adanya metode kecantikan dengan berbagai penawaran atas hasilnya memang tidak bisa dipungkiri sangat menggiurkan, terlebih lagi melakukan perawatan di Teta Clinic Jakarta harganya sangat terjangkau sehingga dapat menarik perhatian untuk mencobanya. Sejak beberapa tahun lalu dunia kecantikan dihebohkan dengan adanya metode tanam benang yang dapat meremajakan kulit dan juga bisa menghilangkan keriput. Namun, setelah itu baru-baru ini sedang dihebohkan dengan metode baru yang dapat meniruskan wajah atau bagian tubuh lain yang diinginkan, metode tersebut dikenal dengan tarik benang. Lantas, apakah perbedaan antara keduanya?

Sebetulnya metode kedua ini merupakan metode dengan cara memasukkan benang di bawah jaringan subkutan dengan tujuan memperbaiki jaringan kolagen sehingga diharapkan terjadi pengencangan pada wajah atau bagian area tubuh yang diinginkan.

TARIK BENANG

Adapun hal  yang membedakan keduanya adalah kegunaan dan jenis benang yang digunakan. Dalam tarik benang, dokter akan menggunakan tipe benang bergerigi seperti Double Fix Pyramid, dengan tujuan menarik kulit wajah yang kendur ke arah atas sehingga bagian tersebut akan terlihat lebih tirus. Selain itu apabila area tubuh yang ditindaki hasilnya pun akan menjadi kencang dan terlihat ideal.

Sedangkan tanam benang, dokter menggunakan tipe benang polos yang hanya ditanam di bawah kulit dan sekitar benang untuk menimbulkan reaksi pembentukan jar fibrinogen dan juga pembentukan kolagen.

Selain dari jenis benang yang berbeda, keduanya juga mempunyai beberapa perbedaan lain, yaitu diantaranya untuk tarik benang akan jauh lebih kuat menarik kulit yang kendur jika dibandingkan dengan tanam benang sehingga daya tahan tarik benang akan lebih lama (sekitar 3-5 tahun) dibandingkan dengan tanam benang yang hanya bisa bertahan sekitar 1 tahun.  Karena efek yang diberikan tarik benang lebih cepat terlihat maka biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan dengan tanam benang.

Dari segi fungsi, tarik benang berfungsi memberikan countur pada bagian yang diinginkan. Sedangkan tanam benang lebih fokus kepada peremajaan kulit karena tujuannya memang ditunjukkan untuk pembentukan kolagen baru. Dari tindakan tarik  benang atau tanam benang akan memberikan hasil yang berbeda pada setiap orang, bukan tanpa alasan faktor ukuran benang yang digunakan, jumlah benang, teknik yang digunakan oleh dokter, bentuk wajah dan kondisi kulit pasien juga sangat berpengaruh pada hasil tarik benang dan tanam benang itu sendiri.

Maka dari itu, sebaiknya sebelum melakukan salah satu tindakan tersebut Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah berpengalaman serta ahli pada bidangnya.

Bagi Anda yang ingin melakukan tarik benang ataupun tanam benang bisa dilakukan di Teta Clinic Jakarta. Baiknya  Anda tetap harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter kami agar Anda bisa mendapatkan saran yang tepat untuk bisa mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Baca Juga :

No Comments

Post A Comment